mahasiswa ui 2010

mahasiswa ui 2010
luvina

deliabilda

deliabilda
DeliabildaluvinA

Sabtu, 21 November 2009

Wanita Penghuni Surga

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :

“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)

Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga

Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

1. Bertakwa.

2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.

4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.

5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.

7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.

10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.

11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.

12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

14. Berbakti kepada kedua orang tua.

15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)

Wallahu A’lam Bis Shawab.

sumber:www.geocities.com

Kafemuslimah.com

Jumat, 13 November 2009

The Corrs

The Corrs,

The Pride of Ireland - family biography


Introduction

The Corrs are an Irish quartet made up of four siblings, three sisters and one brother: Andrea Corr (17th May 1974), Caroline Corr (17th March 1973), Sharon Corr (24th March 1970) and Jim Corr (31st July 1964). Andrea, Caroline, Sharon and Jim formed the band ten years ago, in 1990. The originality of their music comes from the unique blend of traditional Irish music and modern pop-rock. "I really do hope that we can create our own niche," says Jim Corr, "but when I'm asked to describe our music, I always say that it's modern with an Irish influence, because the Celtic vein does run through everything we do. We're a traditional Irish pop-rock band, whatever that is."

And Caroline continues : "It's a blend of modern rhythms and technology with acoustic instruments - with violin, tin whistle, drums - and, of course, the voices. The marrying of all these elements makes our sound."

Jim plays keyboards and guitars, Sharon plays the violin, Caroline plays the drums and bodhran (a hand held Irish drum) and Andrea plays the tin whistle and is the lead singer. Jim, Sharon and Caroline all sing backing vocals and each song (that includes the music and the lyrics) is written by the group as a whole.

The Early Days

The four siblings grew up in Dundalk (Co. Louth), which is 50 miles north of Dublin, near the border with Northern Ireland. The Corrs were always a very ... musical family. Their parents were musicians and so their children grew up surrounded by music of all kinds. "Our parents were musicians, so we grew up with a lot of music in the house. I suppose it was always our intention to become a band. I don't think there was ever anything else we really wanted to do."Says Andrea.

Even before he was able to walk, Jim was introduced to the piano. His father taught him to play the piano. But the family was getting bigger. Jean and Gerry Corr were blessed with another child, this time a daughter, Sharon. Soon after, Caroline and Andrea came along and so, by 1974 the family had six members. One by one, each of the girls took their brother's example and their initiation in music was through the piano.As they were growing up, each Corr developed a particular attraction towards an instrument. Jim decided to continue playing the guitars and keyboards while Sharon was taking violin lessons. Caroline started playing drums a bit later on, when she was 17-18 using some instructions from a boyfriend of hers at that time. Andrea seems to have been interested in an instrument more suitable to her personality, the tin whistle - a very tiny instrument with a heavenly sound and very easy to lose :))). The band started rehearsing every day, sometimes even until dawn. Jim would come up with the music and the girls would come up with the lyrics. And so the band was on its way.

John Hughes And "The Commitments'

Shortly after the band was formed, John Hughes, a musical advisor from Dublin discovered them during the auditions for Alan Parker's movie "The Commitments. Out of the four siblings only Andrea got a more substantial part playing the part of Jimmy Rabbitte" s young sister while Jim, Sharon and Caroline got "blink and you'll miss it" roles. John Hughes agreed to manage them and soon a huge opportunity popped up. The US ambassador for Ireland, Jean Kennedy Smith, heard them play in a small club in Dublin and she invited them to play at the closing ceremony of the World Cup in Boston. The band's popularity was rising but strangely, they were still unsigned.

The United States

After an encouraging meeting with Atlantic's Jason Flom, they were advised to hook up with David Foster as producer. Unfortunately he was tied up with Michael Jackson's "HIStory" and the star's bodyguards made it impossible for the group to meet Foster. But they wouldn't give up and they found another way to meet David Foster.

"We took a deep breath", recalls Sharon, and, walking in full black in mid-July's awful heat, arrived unannounced at the Atlantic Records in Manhattan . They were all over dressed because as Sharon said the evening clothes were all they had since their finances were ... or better said, weren't. They had all their instruments with them and waited for David Foster in the lobby, hoping that by some miracle he would show up.

Once again, Irish luck was on their side. Foster had just finished producing Michael Jackson's "HIStory" and he was just stepping out of the studio. Seeing three gorgeous girls and their handsome brother, Foster didn't hesitate one bit and invited them to play something for him. What followed was a rare musical experience that stunned this great producer. And when a 12-time Grammy winner says "Out of ten, I give you a ten ... no, a ten plus." Then there's no doubt that The Corrs were on their way to fame and success. Soon after this breathtaking experience Foster signed them and so the group was now part of the Atlantic Records family. On that day The Corrs decided to take over the world and win!

'Forgiven Not Forgotten" - The Debut Album

Their first album ,'Forgiven Not Forgotten', released late 1995 is a brilliant showcase of the group's talent. Each track maintains an extremely high standard of music as well as having a very polished feel to it. Their songs range from simple love-ballads - "Runaway" or "Love To Love You" - and deep philosophical statements - the dramatic "Forgiven Not Forgotten'- to stunning instrumental pieces such as "Toss The Feathers" and "Erin Shore'.

The Success

The album was a huge success and the tours around the world brought them to the point of no return. The success, the fame, the fans - it was all coming true. Their concerts are a mix of traditional and modern sounds. Only at a Corrs concert you can see a very different range of people, from young children to grown-ups . Their music has a unique way to touch people's hearts and that's what, makes them so special. Have you ever seen 40 000 people dancing around to traditional pieces and having the time of their lives doing that? Well, if you haven't been to one of their concerts, you won't because only The Corrs have that effect on people. Having played live in front of huge audiences The Corrs managed to let go of all their inhibitions and feel completely free while performing.

"From all the performances we did on tour around the world" says Andrea "we had developed in such a way that we wanted to be a little edgier."

"It's our first priority," Sharon says of The Corrs" live experiences. "It's where you really reach your audience, where you eally communicate with them. And as musicians, we just love playing."

The Corrs are no strangers to the American Television. They were invited to CBS This Morning, NBC, Late Night With Conan O'Brien, Good Morning America, Rosie O'Donnell Show and MTV USA. They were even on Beverly Hills 90210 where they performed several songs from their debut album.

An aspiring actress in her spare time (of which there is very little), Andrea has now appeared in two movies directed by Alan Parker : The Commitments' and 'Evita'.

"It was brilliant," Andrea says of working with the film's star, Madonna. "She was fantastic; I was nervous, but I just did my bit."

The Corrs were invited to perform at the major festivals such as the London Fleadh (on which they featured three years in a row and this year they headlined it) and the Glastonbury Festival. They performed at 'Pavarotii&Friends' leaving Luciano Pavarotii stunned by the siblings" talent. The Corrs also performed with Celine Dion and The Rolling Stones and were also part of a charity concert in Vatican.

'Talk On Corners" - The Second Album

As a follow-up of fabulous live performances and huge number of fans, in 1997 The Corrs released what was to be one of the world's best selling records. This second album was produced by the same 12-time Grammy winner, David Foster.

"We feel he understands our music and the way we want our music to sound," Caroline says of The Corrs" musical mentor. "He's fantastic with vocals and harmonies. He always comes up with some other idea that you might not have thought of."

This new album is a more mature but more carefree than the first one. On this album the band finally let go of all their inhibitions and threw in a brilliant collection of truly magnificent tracks.

"Each song is different," says Andrea of the record's lyrical themes. "There's love, life, tragedy, hope, dreams, fantasy. It's whatever the music inspires." The lyrics of the first single, "Only When I Sleep" were written by Andrea alone, and tells the story of a girl who sees an imaginary lover only during her sleep. Among the 14 tracks on this album the ones which really stand out are the truly dramatic "Queen Of Hollywood" (whose lyrics supply "Talk On Corners" with its title), the instrumental "Paddy McCarthy" a track which once again confirms the band's folk roots, and the duet with the Chieftains on a Celtic version of Jimmi Hendrix's "Little Wing'

The Figures

'Talk On Corners" was a huge success all over the world, being Britain's (one of the world's most difficult markets) best selling album in 1998 and the 4th best selling album of the "90s. Their albums went 15 times platinum in Ireland, 6 times platinum in UK, 5 times platinum in Spain, 3 times platinum in Malaysia, 2 times platinum in Australia, Singapore and Denmark and platinum once in France, New Zealand, Sweden, Indonesia and the Philippines, not to mention the number of occasions their records went gold or silver around the world.

"I think the reason for that is it's very melodic. Also, there's something about the traditional Irish music element that, all around the world, seems to capture everybody's heart." Says Andrea.

Final Thoughts

What's next? Well, total world domination, of corrs. After "Talk On Corners (Special Edition)" and "The Corrs Unplugged" comes the third studio album, "In Blue" which is almost certain to be their biggest hit yet. All I can say is that I hope they reach the level of success they worked so hard for, because they truly deserve it after ten years of struggle and an enormous amount of work.

"I think the music reflects something about the Irish people as a whole", says Sharon. "The Irish have a lot of hope, despite all the troubles they've gone through over the years. They've always known how to laugh and have fun. That's where the tradition of up-tempo Irish music and dancing comes from. But there's that mystical, haunting sound as well, which I think reflects the Irish environment. I mean, when you get up first thing in the morning, there is literally a mist surrounding everything. Our music is influenced by our environment, and we play what we feel." "There is a certain paradox about it", adds Andrea. "It's a hopeful sadness" ....

Sabtu, 07 November 2009


Memaknai Cinta Yang Sesungguhnya

Beberapa waktu yang lalu, sepulang mengantar istri ke kuliah, saya menaiki Bis 939 jurusan Hay Asyir. Bisnya lumayan penuh, tidak ada tempat untuk duduk. Dalam keramaian tersebut saya bertemu dengan Ziyad.

Ziyad adalah salah seorang teman dekat saya. ia baru menyempurnakan setengah agamanya. Saya turut hadir dalam acara pernikahannya dan ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan.

Sudah begitu lama kami menjalin ukhuwah. Itu berawal saat pertama kali saya bertemu dengannya ketika shalat di mesjid dekat apartemen saya. Pertemuan pertama memberi kesan yang kuat dalam hati saya, dari tutur kata, keramahan dan sikapnya membuat saya kagum dan tertarik untuk lebih jauh mengenalnya. Hingga pada akhirnya terjalinlah hubungan yang erat diantara kami.

Ia saya kenal sebagai seorang yang taat menjalankan agama. Di kalangan teman-teman, ia dikenal supel dan simpatik. Kata-katanya selalu memompa semangat yang lagi kendor, tak heran banyak yang datang padanya kalau lagi futur. Bijak memilih kata-kata sebelum diucapkan dan yang paling membuat saya merasa salut, ia setiap hari selalu menyediakan waktu untuk berziarah. Full aktivitas, kendati demikian, ia tak pernah kehilangan kesempatan shalat berjama'ah di mesjid, shaf terdepan dan takbir pertama bersama imam.

Walau telah menikah, shalat jama'ah tak pernah absen dan untuk berziarah selalu ada waktu yang ia sediakan.

Saya masih ingat dengan kata-kata yang ia ucapkan pada saya sebelum hari pernikahannya, ketika saya bertanya padanya tentang makna sebuah cinta. Ia berkata,

"Akhi, dari lubuk hati yang paling dalam, dengan jujur saya lebih mencintai Allah, RasulNya dan jihad dijalanNya. Kecintaan yang melebihi kecintaan saya atas segalanya, atas kedua orang tua dan diri saya sendiri.

Saya menikah semata-mata hanya karena Allah, untuk Allah dan mengharap ridha dan pahala dari Allah.

Saya mendambakan seorang istri yang solehah, yang membantu saya dalam ketaatan dan kebaikan. Ketika saya benar, ia tidak ragu untuk mendukung saya, ketika saya salah, ia tidak segan, malu dan takut untuk menegur dan mengingatkan saya dengan cara yang baik, lembut dan penuh kebijaksanaan.

Seorang istri yang ketika saya melihat padanya, hati saya merasa tenang, ketika saya perintah ia patuh, ketika saya tinggalkan, ia menjaga harta dan dirinya. Seorang istri yang mencintai saya sepenuhnya yang selalu mengharap ridha saya dan yang menyerahkan pengabdian hidupnya pada saya.

Seorang istri yang bersegera ketika saya ajak pada kebaikan dan ikhlas menerima perbaikan ketika ternyata ia telah keliru dan salah.

Namun, bila istri tidak patuh pada saya, mengangkat suara dihadapan saya, meninggikan diri dihadapan saya, selalu lambat ketika saya ajak pada kebaikan dan ketaatan, lalai dengan tugas dan tanggung jawab serta enggan dinasehati.

Terlena dengan kehidupan duniawi. Lebih mencintai dunia dari pada akhirat, tidak patuh pada perintah Allah dan RasulNya, dan tidak mendukung saya ketika saya benar, tidak mengingatkan ketika salah dan tidak mau menerima nasehat.

Maka, ketahuilah akhi, saya ikhlas berpisah dengannya dan saya tidak akan ragu dan takut sedikitpun untuk menceraikannya, walau ia cantik sekalipun. Saya yakin dengan janji Allah, bahwa Allah pasti akan memberi saya ganti yang lebih baik. Rahmat Allah maha luas, khazinah Allah tidak akan pernah habis dan tidak sulit bagi Allah untuk itu."

Dan pertemuan di Bis tersebut adalah kesempatan bagi saya untuk memintanya bercerita tentang keadaannya saat ini dan sayapun bertanya, "Apakah akhi telah menemukan bidadari impian akhi?" ia menjawab,

"Alhamdulillah akhi, innaha lani'ma zaujah, Allah telah mengabulkan proposal yang saya ajukan sejak tiga tahun yang lalu, persis seperti yang saya minta dalam do'a saya pada Allah. Saya bersujud syukur pada Allah, Allah telah mengaruniakan saya seorang bidadari berhati embun, cahaya dan pelangi. Keindahan diatas keindahan."

"Barakallahu laka wa Baraka 'alaika wajama'a Bainakuma fikhairin Akhi Ziyad."

Bila kita tengok kebelakang, para salafus soleh telah membuktikan cinta mereka pada Allah dan RasulNya.

Anas r.a berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda : "Tiga hal yang jika terdapat dalam diri seorang muslim, maka dia akan dapat merasakan manisnya iman, yaitu: 1. Mencintai Allah dan RasulNya melebihi kecintaan dari segalanya, 2. Mencintai seseorang semata-mata karena Allah, 3. Benci untuk kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan kedalam neraka."

Suatu ketika Umar bin khatab berkata, "Wahai Rasulullah, saya mencintaimu lebih dari segalanya kecuali nyawa saya, kemudian Nabi bersabda, "Seseorang tidak akan menjadi mukmin yang sempurna sebelum dia lebih mencintai aku dari pada dirinya sendiri, lalu Umar berkata lagi, "Sekarang saya mencintai engkau lebih dari diri saya sendiri, Beliau bersabda, "Sekarang ya Umar ( sudah sempurna keimananmu ).

Sungguh sangat banyak kisah kecintaan para salafus soleh pada Allah, Rasul dan semangat mereka berkorban dijalan Allah yang terukir dalam sejarah. Mereka generasi terbaik umat ini. Generasi pilihan yang diabadikan namanya dalam Al-Qur'an. Setiap lembar sejarah senantiasa menempatkan mereka pada urutan pertama dalam kemuliaan dan pengorbanan.

Nah, sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, kemudian jawablah dengan jujur, "Apakah saya telah mencintai Allah dan RasulNya melebihi atas segalanya?".

marif_assalman@yahoo.com

http://www.eramuslim.com/

Minggu, 01 November 2009

KABINET INDONESIA BERSATU II

Berikut ini adalah susunan Kabinet Indonesia Bersatu II yang disampaikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setianingsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informasi : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengedalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
yn
Bookmark and Share

Sabtu, 24 Oktober 2009

Surat untuk Rektor

Tasikmalaya, 18 Oktober 2009

Yth. Bapak Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri
Rektor Universitas Indonesia
di tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahamannirahim.

Puji syukur ke hadirat Allah swt., raja dari segala raja, penguasa alam semesta yang meniupkan ruh-ruh kasih kami dan cinta-Nya kepada seluruh makhluk yang berpijak di hentakan jagat ini. Sang pemberi kekuatan bagi kaum yang lemah, serta Maha Pengampun bagi orang yang ingin lurus di jalan-Nya.

Sebelumnya, mohon maaf atas kelancangan saya menulis ungkapan yang masih bersemayam di dalam hati pikiran. Saya hanya seorang pelajar yang sedang dalam pencarian jati diri dan masih perlu banyak pengetahuan untuk memantapkan hati menjadi generasi penerus bangsa.

Bapak Rektor yang saya hormati,

Mengambil kata mutiara “Apabila tak kenal, maka taaruf”, maka saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu karena kami bukanlah orang terkenal seperti Bapak atau para tokoh lainnya. Nama saya Siti Awaliyati Deliabilda dan sehari-hari dipanggil Delia. Kini sedang menempuh perjalanan menyelami ilmu dan pembelajaran di kelas XII IPA B SMA Al Muttaqin Kota Tasikmalaya. Meski sekolah kecil dan baru meluluskan empat angkatan, namun spirit keilmuan dan keorganisasian dibangun dengan sepenuh hati. Bahkan, keberanian yang saya miliki untuk bisa menulis surat kepada Bapak, merupakan motivasi dari para orang tua kedua kami, para guru, setelah orang tua kandung.

Bapak Rektor yang arif,

Suatu kehormatan bagi saya bisa bersua dan berdiskusi dengan Bapak hingga dua kali. Kali pertama saat saya masih kelas X. Saat itu, Bapak yang baru diangkat menjadi rektor, datang ke Universitas Siliwangi, salah satu perguruan tinggi di Tasikmalaya yang rencananya akan menjadi perguruan tinggi negeri.

Kedua kalinya, pertemuan yang tidak diduga saat pengurus inti OSIS-MPK beserta beberapa guru SMA Al Muttaqin sedang berkunjung ke rektorat UI. Saat membeli souvenir di toko dekat rektorat, Bapak lewat sambil menebar senyum kepada kami. Tanpa menyiakan kesempatan, kami langsung menghampiri Bapak. Dan sungguh tak disangka, Bapak mengajak kami ke ruang rektor. Cukup banyak yang kami bicarakan. Mengenai UI, Indonesia, hingga generasi muda. Padahal, 15 menit kemudian Bapak mempunyai agenda untuk bertemu dengan relasi dari Singapura.

Bapak Rektor yang berwibawa,

Sebagai generasi yang sama-sama berdarah Tasikmalaya, saya kagum terhadap perjalanan hidup yang Bapak tempuh selama ini. Bapak adalah potret putra daerah yang mampu berkibar di kancah nasional.

Pembawaan yang sederhana, cerdas, bijak, dan tegas namun religius terpancar dari diri Bapak. Hal ini telah terpancar sejak kecil karena Bapak berada di tengah keluarga yang disiplin dan religius.

Pengalaman berorganisasi telah menjadi bagian dari perjalanan Bapak. Selalu berani mencoba dan mencoba, serta tidak pernah mau menyerah pada kegagalan, belajar dengan cepat tentang segala hal, berani mengambil keputusan, dan melihat jauh ke depan; membuat saya kagum. Terlebih Bapak mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi hingga ke Jerman.

Bapak Rektor yang adil,

Saya menyambut gembira mengenai target anggaran dana yang akan dikeluarkan untuk beasiswa senilai Rp 40 miliar, yang di tahun sebelumnya senilai Rp 32 miliar. Semoga dengan bertambahnya dana yang diperuntukkan kepada mahasiswa dapat semakin meningkatkan prestasi dan kualitas generasi muda yang notabene merupakan agent of change.

Dampak positifnya, dengan semakin baik performa riset dan publikasi, performa pengajaran seperti prestasi mahasiswa, efisiensi internal, internasionalisasi dan performa lulusan, dapat membuat prestise UI semakin terangkat. Apalagi visi UI adalah World Class University.

Bapak Rektor yang bijaksana,

Di sekolah, pengetahuan tentang perguruan tinggi telah dikenalkan sejak kelas X. Dan UI adalah salah satu perguruan tinggi yang paling sering didiskusikan. Mengingat hingga angkatan ketiga belum ada lulusan SMA Al Muttaqin yang tembus UI, hingga pada akhirnya pada tahun pelajaran kini, 2009-2010, dua orang tembus di Fakultas Kedokteran UI.

Mendengar penuturan beberapa guru, berkonsultasi dengan kakak-kakak yang tergabung di GERBATAMA (Gentra Buana Tasikmalaya) UI, serta mengenal lebih jauh lewat internet, membuat saya begitu ingin menjadikan UI sebagai pelabuhan pendidikan saya setelah SMA di mana saya bisa berkontribusi dalam membenahi kekurangan dan meningkatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Terlebih saya pernah berbincang dengan Bapak hingga dua kali kesempatan.

Bapak Rektor idola saya,

Saya semakin kagum terhadap UI saat mengetahui penuturan Bapak bahwa UI sedang membangun perpustakaan yang memiliki lebih dari 5 juta buku yang didominasi dengan buku-buku yang berbahasa Inggris. Begitu pula di website UI. Mayoritas bahasa Inggris. Semakin kentaralah bahwa UI memang universitas berkelas dunia.

Kekaguman saya tak ada habisnya, sepertinya. Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat informasi bahwa berdasarkan penilaian peringkat terbaik universitas dunia yang dilakukan Times Higher Education-QS World University Ranking (THE - QS World) menempatkan UI terbaik di Indonesia.

Secara umum UI menduduki peringkat 201 sebagai universitas terbaik dunia pada 2009, meningkat dari 2008 yang meraih peringkat 287, dan 2007 pada peringkat 395. Dalam bidang "social science" menduduki rangking 102 dan "arts and humanities" mendapatkan rangking 104. Itu artinya UI mendekati rangking 100 dunia. Dengan demikian, UI termasuk dalam universitas elit di Asia dengan rangking 34 Asia dan kelima di ASEAN.

Sungguh kemajuan pesat dalam dunia pendidikan Indonesia yang bersaing dengan universitas-universitas terbaik dunia.

Bapak Rektor yang selalu dalam naungan Allah swt,

Salah satu hal yang masih perlu dibudayakan di Indonesia adalah bidang riset. Dan ternyata, UI sangat mendukung dengan terus bebenah di mana jumlah publikasi penelitian nasional maupun internasional yang dihasilkan peneliti UI pada tahun 2009 meningkat menjadi 10.050 publikasi dari 9.050 publikasi pada tahun 2008. Bahkan untuk meningkatkan kualitas dan memperoleh wawasan global, UI juga mengirim 325 peneliti dan dosen ke luar negeri pada 2009, meningkat dari tahun 2008.

Hal ini sebagai pembuktian bahwa UI dengan serius dalam mewujudkan misinya sebagai “the World Class Research University”.

Bapak Rektor yang berwibawa,

Mempelajari perjalanan Bapak hingga mampu membawa UI ke kancah internasional membuat saya yakin, bahwa masih banyak ‘sosok Gumilar’ lain di daerah. Dan sebagai putri daerah, saya juga ingin seperti Bapak. Mampu mengantarkan wajah Indonesia ke muka dunia.

Besar harapan UI menjadi jembatan saya dalam mewujudkan mimpi untuk mengubah dunia. Semoga di tahun 2010 nanti, di saat saya lulus dari bangku SMA, saya adalah Siti Awaliyati Deliabilda, mahasiswa UI 2010 yang akan mengubah dunia. Semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi partner Bapak.

Keinginan ini tidak sekedar keinginan belaka. Menuju keinginan untuk menjadi ”Agent of Change the World”, saya belajar banyak dari saat ini. Berada di tengah keluarga yang berkecimpung di dunia pendidikan, membuat saya menjadi pribadi yang ingin menjadi sosok yang berilmu dan mampu untuk berbagi ilmu dan pengetahuan dengan orang lain. Oleh karena itu, saya mempertahankan peringkat 1-3 dari SD hingga SMA kini.

Untuk menambah kompetensi dan daya kompetisi dengan pelajar lain, saya pernah mengikuti LCT Matematika yang diselenggarakan oleh Universitas Siliwangi, LCT Kimia diselenggarakan oleh UPI, PASIAD, Olimpiade Matematika tingkat Kota Tasikmalaya, peringkat harapan 2 Olimpiade Astronomi tingkat Kota Tasikmalaya, Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Ciamis, LKIR LIPI 2009, dan beberapa lomba lainnya.

Namun, tak hanya meningkatkan prestasi akademik, saya juga perlu memiliki skill di bidang nonakademik. Menulis adalah salah satu hobi saya. Untuk meningkatkan kemampuan ini, sejak SMP saya mengikuti ekstra kurikuler jurnalistik dan menjadi redaktur berikut editor. Selama di SMP, saya pernah mewawancarai tokoh-tokoh pemerintah daerah Kabupaten Ciamis, Bapak Yusuf Macan Effendi yang kini menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat sebanyak dua kali, mewawancarai beberapa artis, dan prestasi tertinggi adalah mewawancarai secara eksklusif Bapak Menegpora, Adhyaksa Dault.

Di SMA, saya melanjutkan perjalanan saya sebagai kuli tinta muda. Pengalaman bertemu dan mewawancarai tokoh lebih banyak. Saya pernah mewawancarai Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Walikota & Wakil Walikota Tasikmalaya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Dosen UNPAD, Dosen IKAPRIND Yogyakarta, Rektor Universitas Siliwangi, Rektor Universitas Indonesia, Menteri Pendidikan Nasional, Bapak Bambang Sudibyo, Juru Bicara Presiden, Bapak Andi Malarangeng, dan prestasi tertinggi adalah bertemu dan berdialog dengan Ibu Negara dan Bapak Presiden Republik Indonesia, Ibu Ani Yudhoyono dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak hanya mewawancarai, lomba-lomba menulis pernah saya ikuti. Di antaranya lomba menulis ’Andai Aku Menjadi Dokter’ IDI menjadi juara harapan 3 se-Kota Tasikmalaya, lomba menulis Menegpora, juara 2 lomba menulis tentang Zakat dan Kemiskinan, dan beberapa lomba blog.

Dalam bidang seni, saat SMP saya menjabat sebagai ketua Teater Luhur SMPN 1 Ciamis. Sejak SD sering mengikuti lomba membaca puisi maupun sajak, baik itu tingkat Kota/Kabupaten, Priangan Timur, maupun se-Tatar Sunda.

Demikian surat ini saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak. Mohon maaf apabila banyak kesalahan, baik dari kata maupun tingkah laku kami. Semoga Universitas Indonesia semakin baik. Amin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Hormat saya,


Siti Awaliyati Deliabilda

Sabtu, 12 September 2009

Adakah


Adakah pundak yang tumpukan kelabu hati

Menyemat napas lega dari keharuan yang membiru

Adakah sentuhan jemari

Yang hapuskan derai lara

Keringkan lusuh yang ditetesi rinai mendalam

Dan adakah sosok ragamu di pelupuk

Menghantarkan enzim yang luluhkan kebekuan

Menyumpah diri akan berteguhan

Ramailah senantiasa hingga dipengujung pemisah


10.07 am

September 12th, 2009

Aku Ingin Kamu Pulang


Aku ingin kamu pulang

Membawa seranum senyuman indah nan penuh pesona

Aku ingin kamu pulang

Bersama sentuhan hangatmu

Yang membelai pusara hatiku

Aku ingin kamu pulang

Tanpa cacat, tanpa napas yang tersengal

Yang buatmu harus pergi lagi

Aku ingin kamu pulang

Saat ini,

Saat aku dihidangi dengan aroma kerinduan

Merindukan sengatanmu yang tak pernah hilang bekasnya

Aku ingin kamu pulang

Pulang untuk utuhkan serpihan

Pulang untuk pondasi penguat

Pulang untuk menepis kalutku tanpamu

Pulang untuk menggenggamku

Temaniku

Selimuti, kalbu yang hampa

Sungguh, aku inginkan kamu ada bersamaku


8.42 pm

August 22nd, 2009

Jumat, 28 Agustus 2009

Terbanglah ia ke negeri seberang.

Membawa mimpi yang tertanam sejak lama.

Menebar asa, memangku citra bangsa.


Bergetar hati Yogi Achmad Fajar saat melantunkan lagu wajib tanah air kita, Indonesia Raya, di negeri orang. Berbalut busana daerah di tengah pemuda se-Asia untuk berdiskusi, saling memperkenalkan budaya negara masing-masing, mengenal pariwisata, dan budaya Korea.


Ya, garis takdir Allah dengan menempatkan Yogi sebagai salah satu ‘makhluk’ UGM di FIB Jurusan Sastra Korea. Ternyata, di balik ketidaklulusannya di UI Fakultas Psikologi justru menerbangkannya untuk segera bertepi di tanah orang. Korea.


Meski status kemahasiswaannya baru menginjak semester 3, namun usaha kerasnya untuk selalu tampil beda, kritis, aktif di kegiatan kemahasiswaan, dan selalu mengantongi IP lebih dari 3,8, membuatnya di percaya menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam untuk berpartisipasi dalam acara Youth Camp For Asia’s Future 2009, program tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Korea Selatan.


Selama dua pekan Yogi menyelami negara yang pada tahun 1950 adalah salah satu negara termiskin di dunia namun sekarang berubah menjadi salah satu negara paling kaya dan tercanggih di Korea. Terhitung sejak 31 Juli hingga 14 Agustus kemarin. Terbanglah ia mengepakkan sayap bersama mahasiswa pilihan yang berasal dari UI, UNDIP, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.


Perbedaan bahasa, budaya, dan negara membuat suasana selama di Korea menjadi lebih unik dan berkesan. Misalnya saja saat berkenalan. Pertanyaan kedua yang dilontarkan oran Korea setelah nama adalah umur. Meski di Indonesia terbilang kurang sopan, namun alasan mereka menanyakan umur adalah untuk mengetahui apakah lawan bicaranya lebih tua atau lebih muda dari mereka. Jika kepada yang lebih tua, mereka akan bicara dan sikapnya akan sangat sopan. Jika mengetahui lawan bicaranya lebih muda, akan menganggap adik, membimbing, dan memanjakan.


Mesjid Raya Korea


Yogi yang notabene berasal dari kota santri, Tasikmalaya dan merupakan alumnus angkatan ketiga SMA Al Muttaqin merasa tertarik terhadap keberadaan Islam di Korea, negara yang mayoritasnya menganut kepercayaan Konfusianisme.


Meski yang menganut agama Islam hanya sekitar 45.000 jiwa, namun kehangatan dan nuansa begitu kerasan apabila berada di sekitar mesjid yang tersebar di tujuh titik di Korea Selatan. Mesjid terluas dan tertua yang bernama Mesjid Raya Seoul yang berlokasi di Itaewon, Seoul.


Mesjid ini selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama masyarakat Itaewon yang merupakan pusat komunitas muslim di Korea. Terlebih saat Jumat dan Ramadhan seperti sekarang ini. Banyak yang ngabuburit di sekitar Mesjid Raya. Tak hanya itu, ternyata mereka juga memiliki kebiasaan mengaji dan I’tikaf di mesjid, persis di Indonesia.


Namun, untuk mendapatkan makanan yang tetap halal di sekitar mesjid, kita harus mengocek saku lebih dalam. Jarangnya ditemukan makanan halal, membuat barang dijual harganya selangit.


***


Cerita di atas hanyalah sekelumit pengalaman Yogi. Masih banyak episode tentang perjalanannya di negeri Ginseng. Andakah selanjutnya yang terbang jelajahi dunia? Ditunggu eksistensinya!



Rabu, 26 Agustus 2009

06.41 pm

Saturday, August 22, 2009

Tanggal 1 Ramadan 1430 Hijriyah ini hampir persis dengan Ramadan tahun lalu. Aku lewati kesempatan tarawih dan puasa pertamaku. Sedih memang. Tapi beginilah jika menjadi seorang perempuan. =D

Setelah ikut buka puasa ini, entah mengapa imajinasiku melayang pada memori dua tahun silam, saat aku begitu gundah dan terburu-buru membuat diary Ramadan di blog. Pak Ilam yang menugaskan. Saat itu, aku masih belum fasih dan terampil memakai blog. Bahkan untuk log in saja sungguh kaku. Konyol sekali mengingat waktu itu. n_n

Yang membuat terkesan adalah Ramadan tahun itu meningkatkan adrenalinku untuk masuk kembali ke dunia menulis. Ke dunia yang pernah mengantarkanku bertemu dengan banyak tokoh dan rasa percaya diriku semakin tumbuh. Aku menjadi pemilik blog yang beralamatkan : http://deliabilda-tiemuttaqin.blogspot.com.

Jika dulu aku menulis kembali karena ada faktor ‘x’ yang notabene untuk mengejar nilai dan membersihkan nama baik diri selaku anggota jurnalis, kini hatiku tergerak lagi. Bukan untuk mengejar nilai atau membersihkan nama semata, akan tetapi nalurilah mengajakku untuk menyelami kembali masa-masa indah dunia yan telah membesarkan namaku ini.

Ramadan ini berhimpitan dengan ulangtahunku yang ke-17. Kamis, 20 Agustus kemarin genap usiaku menua. Meski pada beberapa waktu menjelang usia tersebut aku sempat fobia dan mengalami kecemasan yang luar biasa dasyat, Alhamdulillah, justru di hari H Allah membukakan pintu hatiku mengajak pikiran dan sugestiku ke arah yang lebih positif.

Sayang, entah pengaruh novel entah karena hormonku mulai meningkat, dalam benakku selalu saja ingin menikah. Bahkan tadi pagi, setelah selesai membaca novel ‘Ketika Cinta Bertasbih 1’ milik M. Arya Zamal, adik kelasku, aku selalu dibuntuti oleh bayangan keinginan akan dikhitbah oleh seseorang yang membawa mushaf. Subhanallah dan astaghfirullahal adzim.

Aku memang terhitung sangat ketinggalan karena baru membaca KCB tersebut. Belum lagi KCB yang sesi 2. Tapi aku merenung, membaca di usia 17 tahun yang setidaknya sudah cukup mampu mengontrol emosi saja, aku sudah semakin ingin menikah. Aku tidak mampu membayangkan begitu lugu dan memalukannya aku jika saat novel tersebut diluncurkan, aku langsung membeli dan membacanya. Apalagi di tahun 2007 hingga awal 2009, yang mana novel tersebut diluncurkan dengan beberapa kali cetakan, aku sedang berada pada kondisi penuh aktivitas dan di puncak semangat dalam meniti masa depan.

Keinginanku dikhitbah kucoba untuk ditimpa hal lain.

Aku rebahkan tubuh di atas kasur yang sudah cukup lapuk di kamar, meski masih layak pakai. Di dekat bantal aku melihat buku berjilid warna hijau dengan aksen parafku di cover depannya. Aku memang lebih suka membubuhkan tanda tangan atau paraf daripada menuliskan nama sendiri di buku yang baru di beli.

Buku itu adalah kumpulan soal bahasa Indonesia. Tadi malam sebelum ngantuk mendera dan agak lelah membaca (karena membutuhkan imajinasi), aku coba mengerjakan satu demi satu soal yang tertera. Mmh… Agak rumit juga. Perlu analisis dan konsentrasi penuh. Itupun kalau inginkan jawaban yang benar. Setidaknya sesuai dengan ilmu yang telah didapatkan selama belajar bahasa Indonesia.

Melihat cukup menantangnya soal tersebut, aku hentikan sejenak akalku untuk berpikir. Ilusiku mengajakku ke saat dengan setting sekolah. Aku jadi ingat, saat memperoleh fotokopian tersebut, aku sempat berujar bahwa aku pasti sanggup menyelesaikan semua soal dalam jangka waktu 5 jam. Astaghfirullah, maafkan aku ya Allah yang telah begitu sombong dihadapan-Mu, guruku, dan teman-temanku.

Aku menghela napas. Tak semestinya aku sesombong itu. Hanya Allah-lah yang pantas untuk sombong. Pemilik segala alam semesta sekaligus isinya. Berkali-kali kuucap istighfar. Saat itu jam telah menunjukkan pukul 9. Sudah saatnya tidur, apalagi aku diamanati seseorang untuk membangunkannya saat sahur.

***

Mataku masih terpaku pada buku bahasa Indonesia tersebut. Rasa malas memang masih mengikat cukup erat. Belum lagi pikiran yang dipenuhi dengan tekanan-tekanan akan tugas yang tidak hanya satu. Tapi bagaimanapun segala sesuatu, seringan apapun, tidak akan pernah kelar jika hanya dipikirkan tanpa dikenai perlakuan!

Sambil rebahan, kubuka satu persatu lembaran soal. Baru beberapa halaman yang sudah diisi. Itupun beberapa telah didiskusikan saat di kelas. Jadi sungguh sangat sedikit soal yang aku kerjakan tadi malam. Maka, aku targetkan untuk selesaikan bab 2 yang jumlah soalnya mencapai 113 buah. Saat itu aku baru menyelesaikan soal kurang dari 50. Jadi lumayan mengasah otakku agar tak terlalu tumpul.

Matahari semakin menyingsing. Hanya butuh beberapa ratus menit lagi saja menuju ke atas ubun-ubun langit. Aku sudah selesaikan soal. Rencananya setelah itu akan aku lanjutkan untuk mengerjakan soal TOEFL yang ditugaskan Mr. Benz sebelum libur Ramadan. Akan tetapi, aku lupa lagi halaman berapa saja yang ditugaskan. Daripada salah, kucoba sms Gea. Tapi hingga beberapa menit, aku belum mendapat balasan apapun darinya. Mau sms ke yang lain, pulsanya sekarat. Bismillah. Tunggu Gea saja.

Menunggu Gea tak mau aku habiskan dengan sia-sia. Kebetulan aku rindukan lagu-lagu favoritku yang disimpan di laptop. Memang tak banyak lagu Islami, maka sebagian musiknya lagu-lagu yang menyentuh kalbu dan good hearing pokoknya (Itu sihh kata aku. Hehehe… Tak tahulah dengan pendapat yang lain.)

Kulihat di desktop begitu banyak file yang tidak berada pada tempatnya. Sambil merapikan, aku coba buka beberapa file yang berisi soal-soal. Aku jadi tertarik ingin membuka beberapa page yang sempat disave, khususnya yang mengenai PT. Aku buka UPM. Tak hanya di page tersimpan, ternyata dulu aku pernah mendownload profil UPM secara umum dalam bentuk extension *.pdf.

Ada program studi yang membuatku tertarik. Prodi Ilmu Komunikasi Peminatan Penyiaran. Itu kan cukup bergesekan dengan ilmu jurnalistik. Mungkin karena itu pulalah aku ingin kembali ke dunia jurnalistikku. Seperti dulu, lagi, lagi, lagi. Saat itu juga, langsung aku share kepada kedua orang tuaku. Alhamdulillah mereka sangat mendukung.

Titik azimuth matahari telah lewati. Aku jadi ketagihan untuk membaca, meski untuk menulis masih togmol. Tapi setidaknya ada peningkatan. Saat mataku menerawang, kulihat ada buku bercover garis. Sepertinya aku kenal, bathinku. Kuhampiri dan mengambilnya dengan hati-hati. Ternyata benar, itu novel yang selama ini aku cari. Yang telah aku kira hilang tanpa bekas dan apalagi jejak. Tanpa pikir panjang, langsung aku baca. Selesai maghrib.

Ya Allah, mengapa rindu ini menguasaku lagi?

Selasa, 04 Agustus 2009

Makasih Bu Enden…
Berkat aku kesiangan dan sanksi dari Ibu, akhirnya akku bikin puisi lagi…
Padahal udah lama banget akku pengen bikin. Tapi tak rampung-rampung… =(


Aku Mengakui Hebat, Tapi Aku Benci

Hebat!
Dia begitu melekat
Menelusup menembus dinding ari,
Menyusuri tatanan iga hingga menembus nalar sadar

Hebat!
Dari kata, aku berubah suri
Mengerut diri bak malunya putrid
Inilah, bukan malu
Sakit yang masih dipertanyakan dan
Neuron-dendrit yang terputus

Bibir ini kelu, serta bungkamnya pupil
Tertahan siratan drama makhluk berakal

Hebat itu aku benci. Sangat!
Yang nyatanya bikin electron listrik raga
Menguap dan mengendap hingga di alam quantum
Menyengalkan napas pun lemahkan jantung
Lemahkan…
Lemahkan…

31 Juli 2009
Makasih Bu Enden…
Berkat aku kesiangan dan sanksi dari Ibu, akhirnya akku bikin puisi lagi…
Padahal udah lama banget akku pengen bikin. Tapi tak rampung-rampung… =(


Aku Mengakui Hebat, Tapi Aku Benci

Hebat!
Dia begitu melekat
Menelusup menembus dinding ari,
Menyusuri tatanan iga hingga menembus nalar sadar

Hebat!
Dari kata, aku berubah suri
Mengerut diri bak malunya putrid
Inilah, bukan malu
Sakit yang masih dipertanyakan dan
Neuron-dendrit yang terputus

Bibir ini kelu, serta bungkamnya pupil
Tertahan siratan drama makhluk berakal

Hebat itu aku benci. Sangat!
Yang nyatanya bikin electron listrik raga
Menguap dan mengendap hingga di alam quantum
Menyengalkan napas pun lemahkan jantung
Lemahkan…
Lemahkan…

31 Juli 2009

Dan Tentang (Bilang Pada) nya…


Serukan daun

tentang indahnya melambai sapa


Bisikan teki

tentang hebatnya kelembutan


Tepuk dahan

tentang kekarnya kepalan tangan


Dan bilang padanya,

Aku inginkannya

Potret tawa yang sejukkan jiwa

Dan hangatnya belaian sayang

Memanggil-manggil induknya

Yang kini kian ke mana gerangan


Adakah yang bisa menyerukan

Tentang bungkam yang mengelu

Tentang air yang menderas di dua pipi

Tentang sandaran yang selama ini hanya bias

Tentang burung yang lepas dari kurung

Dan melenggang bersama damainya mimpi

Dan memosisikan diri di tengah badai mengerling

Dan mengasih diri saat bumi mengguncang hati

Dan tetap mengejar mimpi di seberang sana

Dan tentangnya,

Tentang burung dan kedamaian.

Aku merindukannya

Minggu, 02 Agustus 2009

August 1st, 2009

Sabtu menjadi hari yang cukup menegangkan.
TOEFL pertama..

Dan di tengah rasa dagdigdug itu,
dunia keduaku, Jurnalistik, sedang kedatangan tamu, Kang Dudi R. S...
Wadduuhhh...
Padahal pengen banget ikutan.

Untungnya,,
akku sempet 'nengok' juga..
Nengok calon wartawan dan peneliti muda.
Maklum,,
sepertinya tahun ini KIR sama Jurnal bakal disatuin lagi..
Jadilah KIRLISTIK...
Awas lhoo.. Bukan KIRLISTRIK...

Soal'e masih banyyyyaaakkk yang salah bilang..
=(
thats a pity..
oouuu..oouu..oouuu...


Tapi,,
meski di tengah ngantuk dan keinginan untuk makan loli,,
akku bisa dapet skor yang cukup memuaskan...
Alhamdulillah...
Makasih ya Allah...
Akku percaya,,
Engkau memang selalu ada di sampingku..
n_n


Harusnya,,
hari ini menjadi hari yang menyenangkan
dan saaaangat indah..

satubulanuntuklebihdarisatuabad
amin...


August 2nd, 2009

Huufftt...
Harusnya menjadi hari yang menyenangkan juga..
Soalnya akku dapet ilmu plus..
Kan ikut training Zero to Hero..
Trainernya penulis buku Zero to Hero pula..

Tapi emosi daku sedang tidak terkendali..
Jadi sajahh saya pergi meninggalkan setengah perjalanan sebelum menjadi Hero..

Tak apalah..
Daripada duduk mendengkur,,
lebih baik makan spaghetti carbonara..
mmm Yummmyyy...



Minggu, 26 Juli 2009

- Yang Muda Sang Usahawan

- Teknologi Tetap Saja Terseret, Semua Harus Kembali ke Alam

-

Jumat, 10 Juli 2009

Revolusi Diri

- sekarang, aku, dan masa depanku
- titian yang telah aku arungi
- proses kedewasaan
- pembentukkan karakterku
- hubungan dengan lingkungan luar
- aku dalam keluarga
- aku dalam organisasi
- aku dalam keinginanku
- aku dalam tantanganku
- aku dengan pribadiku

Rabu, 08 Juli 2009

Pribadiku...

Kamis, 20 Agustus 1992.
Adzan subuh sayup-sayup terdengar samar.
Meng

Minggu, 05 Juli 2009

250 Lebih Calon Ilmuwan Indonesia Membuat Robot dalam 4 Jam

Siapa kira membuat robot itu sulit? Di PIRN (Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional) VIII yang dilaksanakan di Yogyakarta selama sepekan di akhir Juni lalu, para calon ilmuwan Indonesia yang berasal dari 29 provinsi di Indonesia telah membuktikan bahwa membuat robot itu tak begitu menyulitkan. Terbukti, meski hanya diberi waktu 4 jam, seluruh peserta yang dibagi ke dalam 60-an kelompok ini mampu menyelesaikan dengan apik. Bahkan mampu mengendalikan robot secara sempurna. Padahal, hampir semua peserta belum pernah merancang robot.

Kegiatan yang dilaksanakan khusus pada Jumat, 26 Juni ini dipandu langsung oleh sekira 15 mahasiswa Fakultas Teknik Elektro IST AKPRIND Yogyakarta. Selain itu, dibimbing pula oleh Pak Samuel Kristiyana S. E. A., S.T., M.T., UPT Pengemabangan Promosi dan Peneriamaan Mahasiswa Baru di institut yang sama. Pak Samuel ini telah berkecimpung di dunia robotika sejak tahun 1996 lho.

Para calon ilmuwan tidak perlu repot-repot mencari alat dan bahan yang diperlukan karena sudah disediakan oleh panitia dan pihak IST AKPRIND hingga panduan cara pemasangan plus dengan tas AKPRIND-nya.

Sesungguhnya, cara kerja robor itu hampir sama dengan manusia. Robot tersusun dari alat pengindra, pengingat, pengolah, pelaksana, hingga sumber tenaga. Kinerja robot terkendali berdasarkan instruksi yang disimpan kemudian ditambah pengolah masukkan dan inerupsi. Selanjutnya diwujudnyatakan keluaran yang diinginkan. Setiap robot memiliki sensor untuk mengendalikan intruksi.

***

Perancangan robot terdiri dari alat perangkat mekanik dan elektronik. Perangkat mekanik itu berupa kerangka, sedangkan perangkat elektronik adalah perangkat yang digunakan untuk mengendalikan robot. Perangkat ini terdiri dari alat sensoris, jumper, dan beberapa alat lainnya. Untuk merampungkan perangkat elektronik diperlukan ketelitian dan konsentrasi yang cukup tinggi, khususnya dalam merekatkan karena harus menyoldier.

Empat jam berlalu. Banyak hal unik yang terjadi pada robot. Ada yang hanya menyala lampunya, berputar-putar di tempat, namun ada pula yang sensorisnya jadi terbalik. Lho, maksudnya? Robot yang dirancang ini sensorisnya cahaya. Apabila berada dalam kegelapan, robot akan diam, namun apabila diberi ransangan sinar, robot akan berjalan. Nah, yang terbalik, robot akan menyala dalam kegelapan dan berhenti apabila mendapat cahaya. Sungguh luar biasa dan mengagumkan.

Teknologi memang bisa dengan cepat kita kuasai, robot salah satunya. Kalau teman-teman tertarik, bias hubungi Pak Samuel lewat facebook atau email ke : yana_ista@yahoo.com.

Deliabilda

PIRN VIII /SMA Al Muttaqin

karena manusia adalah manusia
yang diarahkan oleh sensorik dalam tubuhnya
hanya sepersekian saja yang bisa pengaruhinya
apalagi dalam sebuah keputusan

aku pun masih tak mengerti manusia itu apa
seperti apa
untuk apa

ada saja yang diperhatikan, meski tak ingin diperlakukan demikian

di sisi lain,
di ujung tombak yang berdiri tegak, namun sesungguhnya hampir rapuh
ada seorang yang sedang kelimpungan
mencari dirinya sendiri
menemukan kehidupannya
yang terlihat tegar namun tetaplah rapuh

ada tangisan
ada impian untuk menerawang masa depan

tapi siapa yang akan merangkul?

jika ada dalam doa saja

iia
doa begitu dasyat
tapi tanpa ikhtiar
mestikah lagi ada kehidupan?

15:35
5 Juli 2009

Jumat, 03 Juli 2009

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”

http://sabili.co.id/

Selasa, 30 Juni 2009


Menjadi Pribadi Kreatif Ala Dik Doank

Siapa sih yang tak mau menjadi remaja kreatif? Di tengah persaingan dan tantangan global serta perkembangan teknologi, membuat kita, sebagai agent of change harus mempunyai banyak persiapan, baik pengetahuan, mental, terutama spiritual.

Dalam acara pembukaan PIRN (Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional) VIII yang dilaksanakan pada Senin, 22 Juni lalu, hadir seorang penyanyi, presenter, dan desainer grafis yang mengecimpungkan dirinya ke dunia sosial. Adalah Dik Doank yang bernama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma, yang menyentuh hati hampir 300 siswa dan ratusan guru se-Indonesia di Taman Pintar, Yogyakarta.

Dik Doank adalah anak nakal yang pernah tidak naik kelas. Namun di balik masa lalunya yang kelam, hari dewasanya Allah anugerahkan kenikmatan yang luar biasa. Ia menjadi pribadi yang sukses dengan mengoptimalkan apa yang ada dalam dirinya.

Dalam penuturannya, beliau menganalogikan perbedaan antara petani Indonesia dengan petani China. Seperti apakah itu..?

Sungguh perbedaan yang sangat bertolakbelakang. Meskipun tak semua seperti itu.

Lalu, bagaimana mengembangkan diri menjadi seorang yang unggul?
Berawal dari mengenali diri sendiri dan mengetahui hobi kita. Oleh karena itu, untuk mengembangkannya kita harus dekat dengan lingkungan dan perlu dorongan dari luar. Salah satunya adalah peran orang tua dan guru. Kedua pihak ini harus bisa menjadi sahabat, terutama bagi anak yang berusia 15-21.

Pada usia 1-7 tahun merupakan masa bermain anak. 8-14 tahun usia keemasan belajar. Saat menginjak 22-27 tahun, sudah masanya untuk bekerja. Sedangkan 28 ke atas waktunya menikah dan menyelami kehidupan yang baru.

***

Di saat lingkungan telah mendukung, sebagai makhluk sosial, kita harus bisa bersilaturahmi dengan dunia luar. Tidak asal-asalan lho... Kita harus mempunyai visi, networking, dan sense of art.

Di samping itu, modal lain yang harus diutamakan adalah keuletan dan kejujuran. Masih ingat dengan perbedaan antara Petani Cina dan Indonesia? Meski sama-sama ulet, namun keduanya berbeda visi. Sehingga hasil akhirnya pun berbeda pula.

Setiap kehidupan dan pilihan pasti berisiko. Oleh karena itu, selain memiliki karakter yang telah diterangkan di atas, kita juga harus peka terhadap keadaan dan kondisi sekitar. Tak hanya itu, hati kita jangan pernah lepas dari Allah dan harus selalu berserah diri alias tawakal.

Bisakah kita seperti itu? Mari belajar dari sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk berubah lebih baik. Be a good agent of change our country!







Kamis, 25 Juni 2009


Sungguh tak ku sangka. Basic-ku yang sangat minim pengetahuan akan karya tulis dan penelitian, hanya dengan beberapa polesan pikiran dan bimbingan serta dukungan kawan-kawan membuatku semakin hidup, semakin memasuki ranah perisetan.

Ini hari ke-4 aku 'dipingit' di University Hotel Sunan Kalijaga.

Bertahan dan terus memacu semangat sebagai peran sang agen perubahan!

Sabtu, 20 Juni 2009

AMQ Goes To Yogyakarta

Riset menjadi salah satu pendidikan yang harus dimiliki oleh pelajar. LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang notabene bertugas untuk mencari dan menemukan para peneliti muda, sang agen perubahan masa depan.

Dalam bentuk kegiatan PIRN atau Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional, kini telah terlaksana hingga PIRN ke-VIII yang bertempat di Yogyakarta, tepatnya di University Hotel Sunan Kalijaga. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 21-28 Juni 2009.

Dua Siswa Tasikmalaya Diundang Khusus
Adalah Siti Awaliyati Deliabilda dan Ilham Azmy, dua siswa SMA Al Muttaqin yang ditunjuk LIPI untuk pengikuti PIRN VIII. Penyeleksian kedua siswa tersebut dilaksanakan oleh pihak sekolah dengan membuat daftar riwayat hidup. Daftar riwayat hidup tersebut berisi mulai dari visi dan misi belajar, daftar prestasi, pengalaman berorganisasi, hingga karya yang pernah dimuat dan dibuat.

Pada Jumat, 19 Juni, sesaat sebelum ke Yogyakarta, mereka berdua melakukan hearing dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Bapak Endang Suherman, M.Pd. Beliau sangat antusias terhadap acara ini.

Delia dan Ilham telah menyiapkan sebanyak empat tema yang akan didiskusikan bersama ratusan teman lain, yakni :
1. Hilangnya Bukit di Tasikmalaya
2. Situ Gede sebagai PLTA
3. Pesantren Berbasis Sekolah
4. Pemanfaatan TPA Purbaratu

to be continuou...

Minggu, 14 Juni 2009

Our Paper

Technology Innovation of Sixth Sense Device


Introductory

As we know that everybody have five senses. Those are sense of touch, sense of sight, sense of hearing, sense of taste, and sense of smell. All of them help us to feeling, looking, hearing, tasting, and smelling. But, here will be introduced the sixth sense.


Based on our observation, some people have the sixth sense. Although the meaning of sixth sense is haven’t clear, every people have different thinking. Some people said that the sixth sense is something that can help us to examine something. Some of them said that it’s helped by devils. Other people said that sixth sense is feeling that joined the five senses.


As a developing of technology, long time ago some students of MIT who work in TED has done the research and create a device which is called Sixth Sense Technology. They show us that the sixth sense is visible and touchable, Sixth Sense Technology.


The principle of Sixth Sense Technology is the capability of collected data that going to suit to merge with the physical sense in a real physical world. It is developed a wearable from computing system that it turns to any surface of an interactive display screen. The user can summon virtual gadgets and internet data as willing part, then close them like smoke when they’re done.


Beside that, it gives much information that helps us to understand and respond to the world from these senses. But, that’s come from computer and internet that become a set of Sixth Sense Technology.

Limitation Problem

The principal of Sixth Sense Technology is optimality all sense in the human. That’s merging between physical sense with the system of computer and internet. To specification the mastery, we limitation the problem become some mastery, those are:

1. The Sixth Sense Technology;

2. The Devices;

3. Sense of Touch;

4. Sense of Sight;

5. Sense of Hear, Taste, and Smell;

6. The Excellences

The problem will be exposed in every chapter.

The Mean of Sixth Sense Technology

Sixth sense is a tool that connects the physical world with the world data. This tool is made by a group of MIT students who work in the TED Company. Pranav Mistry is a MIT grad student in the back of the Sixth Sense, he and advisers in the MIT Media Lab, Pattie Maes, unveiled at TED2009 Sixth Sense, Sixth Sense and demo premiered yesterday in TED.com - and places in both city people's imaginations are fired.


Students in the MIT Media Lab have developed a computing system that every surface can be changed into an interactive display screen. The user can call the virtual data gadgets and other internet, and then extrude them like smoke when they are finished.


In that uses, you only use the device around his neck on the screen, and colored Magic Marker caps four fingers (red, blue, green and yellow) helps to distinguish the four camera finger and hand gestures to identify Mistry with software that is made. Gestures as simple as using the fingers and thumb to make picture frame that tells the camera to snap photos, which will be saved to the phone.

The Devices


The devices that is used by the Sixth Sense device, there are hardware and software. Parts of hardware are small camera that have function same with the eye. Otherwise, it is the connecting user to digital world information. The second is projector. The function of that tool is to do projection in the one aspect, such as in the wall, body, or the other place.

The sixth sense is completed with a mirror to help projector to project a picture in the wall. The user must use colored caps; those are red, blue, green, and yellow. It helped the camera distinguish the four fingers and recognize his hand gestures with software that created. It needs a phone that collects and transmits the data.

What about software? The software works on the basis of computer vision. The creator had to write a lot of algorithms from scratch here, those are about 50,000 lines of code had they wrote.

The software recognizes 3 kinds of gestures:

1. Multitouch gestures, like the ones you see in Microsoft Surface or the iPhone, where you touch the screen and make the map move by pinching and dragging.

2. Freehand gestures, like when you take a picture.

3. Iconic gestures, drawing an icon in the air. Like, whenever I draw a star, show me the weather. When I draw a magnifying glass, show me the map.




Sense of Touch

In the six senses, the senses of touch are most important. Feeler senses into duty, to control equipment from the six senses itself with the touch. Examples are, if you need to know what time, from as simple as drawing a watch on the arm, while you can use his right finger to draw a circle on the left wrist.

Our finger on the Magic Marker caps there are four fingers (red, blue, green and yellow), which helps the camera to distinguish the four fingers and hand gestures to identify you with software that is made.

Gestures as simple as using the fingers and thumb to make picture frame that tells the camera to snap photos, which will be saved to the phone. When he got back to the office, he projects the image to a wall and starts their size.

Sense of Sight

Previously at MIT, much research has been conducted with the glasses - even going on the research to place the information in the contact lens. This project has important aspect, the creator want this case to join the physical world in which real physical meaning. The user touches the objects and the projection information for the object. The information will look like this is part of the object.

In addition, the projector that opens up the interaction and sharing. Then, made as looking senses through contact lens projector that is connected with the software, but still many weaknesses, and then created third eye camera that is small and mini-projectors to help capture images.

Sense of Hear, Taste, and Smell

For the senses of hearing made headset to make communication and listening to music.
Senses taste and smell in the six senses is not many have an important role. However, it still has a role in determining a certain object. For example, the software can give information to user that the nutrition of food is good or bad and feel the smell of food.

The Excellences

Many the excellences of Sixth Sense Technology. Which costs less than $ 350, enables users to project information from the phone to any surface - walls, the body of another person or even your hands.

If the user needs to know what time, from as simple as drawing a watch on the arm used his right finger to draw a circle on the left wrist.

If he wanted to read e-mail on the phone, he took an @ symbol in the air with a finger. He can project it onto the phone pad and the palm called the phone number without removing the phone from the pocket. Because he read the newspaper on the subway he can project the video to a page that provides more information about a topic that he read.

Beside that, when the user both hands in "Namaste" mode, the system will open a menu to allow him to select an application. They also have a ring that is used for infrared communication by beacon to supermarket shelves smart to provide information about the product. As you take the package macaroni, a ring will be shining a red or green to notify you if the product is organic or free from nut traces - what are the criteria which the system program.

When the user expose the idea to access the information from the internet and the projection, so someone wearing a wristband may take a paperback book in the store and immediately call the reviews about books, their projections to the surface in a store or do a search through the keyword books digitized by the pages at Amazon or Google books.

Summary

Sixth Sense Technology a like a magic, as same as we have Doraemon. The system of tool is merging device between phone cell and video as well as physical senses with computer and internet system. But, the device working is almost same with the fifth sense in our body.

Creating of Sixth Sense Technology are the students of MIT (Massachusetts Institute of Technology) in United State that work in TED Company.

The devices of that are hardware and software. The hardware are camera, projector, mirror, and color caps. And the software is same with computer’s programs that use about 50,000 line of logarithm.

The sense of touch is the most important organ. The user use colored caps or Magic Marker caps to display the data. The sense of sight has function to see the visual data. That is use mirror and projector. Different with sense of touch and sight, sense of hear, taste, and smell is rare to used.

The excellences of sixth sense technology are not too expensive, just about $350. Beside that, it just need an aspect as background, we can watch video when read a newspaper, zoom in or zoom out the photo without touch, and open an internet in your hand.

It can be concluded the progress that. The devices are developing technology that uses even more sophisticated and modern. Indonesia is still behind in this, and we as a generation of students and we should be able to compete with foreign students and technology.

Rabu, 13 Mei 2009

Semuanya untuk Semua, Memang untuk Semua!

diam
untuk diam

untuk ke puncak buih-buih yang berevolusi
yang perihkan hawa-hawa
terus membakar
terus menjalar
terus meruang
terus menghampakan
terus membunuh
terus menarikan nyanyian amarah
terus melebur
terus mengabu
terus ...
terus ...
terus ...
sampai hidup bukan lagi untuk hidup
sampai hidup adalah untuk mencari mati
sampai hidup adalah ketakutan yang mendasar
sampai hidup adalah untuk dihindari
sampai hidup tak lagi berpenghunii!!!


>> aku pun tak mengerti apa arti ini
silakan jawab saja sendiri
n.n

Labkomp
5.37 pm
13th May 2009

Rabu, 29 April 2009

Al Muttaqin dan Al Izhar,
Menyatu dalam PLASA 2009

Mengisi liburan UN kelas XII tahun 2009 ini sebanyak 30 siswa/i SMA Al Muttaqin mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dalam acara PLASA (Pengamatan Lapangan Aspek Sosial dan Alam) yang diselenggarakan oleh seluruh siswa/i kelas XI SMA Al Izhar Pondok Labu Jakarta.

Acara ini diselenggarakan sejak Selasa sore hingga Jumat siang. Diikuti oleh sekira 125 siswa SMA Al Izhar, kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kecerdasan spiritual, emosional, intelektual, dan mendalami serta berinteraksi dengan masyarakat.

Terpusat dalam tiga lokasi, yakni Kampung Naga, Gunung Galunggung, dan Jayamukti, peserta PLASA (siswa SMA Al Izhar dan siswa SMA Al Muttaqin-red) dibagi dalam beberapa kelompok dan mereka diharuskan untuk meneliti hal-hal yang berkaitan dengan tema pilihan. Masing-masing kelompok memiliki pembimbing yang berasal dari guru SMA Al Izhar.

Seperti apa aktivitas selama PLASA berlangsung??

>> Hari ke-1
Lokasi : Rumah Pak H. Engkud
Aktivitas : Pertemuan SMA Al Muttaqin dengan SMA Al Izhar, Pengenalan dan Pembuatan Kelom Geulis dan Payung Geulis, Makan Bakso


Antri ngebakso niy...



Orang-orang cantik sedang melukis n.n



Ibu Yoyoh, asli Tasikmalaya jago banget ngelukis di atas payung.
Zreettt.. Zreettt.. Zreettt... Selesai dahhh...

(pengen tau aktivitas selanjutnya..?? Tunggu iia.. Lagi looking for dulu foto" bagus..)

Jumat, 17 April 2009

Bimasakti Ternyata Semakin Ramping

Peneliti dari SDSS menggunakan data gerak bintang jauh untuk menentukan massa Bimasakti. Kredit Gambar : SDSS
Peneliti dari SDSS menggunakan data gerak bintang jauh untuk menentukan massa Bimasakti. Kredit Gambar : SDSS
Galaksi Bimasakti telah kehilangan bobotnya. Tidak tanggung-tanggung ia kehilangan sekitar triliunan Matahari. Yang pasti ini bukan karena Bimasakti sedang diet sehingga ia menjadi lebih langsing melainkan lebih kepada akurasi skala. Masalah bobot inilah yang jadi penemuan Sloan Digital Sky Survey (SDSS-II) yang akan membawa kita pada pemahaman baru mengenai Bimasakti.

Menurut Xiangxiang Xue dari National Astronomical Observatories of China yang memimpin tim internasional dalam penelitian ini, galaksi jauh lebih ramping dari yang diduga. Artinya terdapat lebih sedikit materi kelam dari yang diyakini sebelumnya, dan tampaknya Bimasakti jauh lebih efisien dam mengubah persediaan hidrogen dan heliumnya jadi bintang.

Penemuan Xue tersebut didasarkan pada data SEGUE (Sloan Extension for Galactic Understanding and Exploration), survey bintang di Bimasakti yang merupakan satu di antara 3 program milik SDSS-II. Dengan menggunakan pengukuran SEGUE terhadap kecepatan bintang di bagian terluar Bimasakti, pada area yang disebut halo bintang, para peneliti menentukan massa galaksi dari jumlah gravitasi yang dibutuhkan untuk membuat bintang tetap stabil pada orbitnya. Sebagian gravitasi berasal dari bintang di Bimasakti namun sebagian besar garvitasi justru berasal dari distribusi materi kelam.

Untuk melacak distribusi massa galaksi, team SEGUE menggunakan contoh dari 2400 bintang yang ada pada cabang horisontal biru (”blue horizontal branch”). Bintang di cabang tersebut bisa diketahui jaraknya dari kecerlangannya. Bintang pada cabang horisontal biru bisa terlihat pada jarang yang sangat jauh sehingga memungkinkan tim ini mengukur kecepatan bintang sampai dengan jarak 180000 tahun cahaya dari Matahari.

Hasil penelitian massa Bimasakti yang ada sebelumnya menggunakan beragam contoh dari 50 - 500 objek, dan ditemukan total massa galaksi Bimasakti mencapai 2 triliun massa Matahari. Berbeda dari hasil sebelumnya, penelitian dengan menggunakan pengukuran SDSS-II sampai jarak 180000 tahun cahaya justru mengkoreksi total massanya yakni berkurang sampai di bawah 1 triliun massa Matahari. Ukuran SEGUE yang besar memberi keuntungan, karena bisa dipilih set pelacak yang seragam dan sejumlah besar bintang yang ada bisa dipakai untuk mengkalibrasi metode yang digunakan dengan hasil simulasi.

Menurut kolaborator Timothy Beers dari Michigan State University, memang tidak mudah untuk menentukan massa total galaksi karena kita berada di dalam galaksi itu sendiri. Namun kita bisa mengetahuinya dari data yang ada jika kita ingin mengetahui dan memahami Bimasakti dan kemudian kita bisa membandingkannya dengan galaksi jauh yang bisa kita lihat dari luar.

Sumber : SDSS

100 Jam Astronomi di Langit Selatan

Untuk ikut serta dalam acara penjangkauan masyarakat secara global dalam 100 Jam Astronomi, Indonesia juga turut ambil bagian untuk berbagi informasi dan pengetahuan astronomi lewat berbagai acara. Klub astronomi yang ada di Indonesia juga turut serta untuk melaksanakan acara tersebut. Di Jakarta, HAAJ, Kastro Sirius, Kastro Polaris dan FOSCA turut serta mengadakan berbagai acara untuk 100 jam astronomi. Dari Bandung langitselatan dan CAKRAWALA UPI juga turut serta mengadakan acara 100 Jam Astronomi di beberapa lokasi.

Poster 100 Jam Astronomi.

Poster 100 Jam Astronomi.

Tak hanya Bandung dan Jakarta dari Aceh, Surakarta dan Jogjakarta, ada AAC, CASA dan JAC yang juga akan mengadakan kegiatan untuk berbagi astronomi kepada masyarakat. Yang menarik, AAC adalah klub astronomi yang baru terbentuk di Aceh bulan lalu.

Di Bandung, langitselatan akan memfokuskan diri untuk turut serta dalam rangkaian ISAN (International Sidewalk Astronomy Night) yang merupakan salah satu acara dalam “Star Party Global” yang akan diadakan pada tanggal 4 April 2009 setelah matahari terbenam. Langitselatan akan mengadakan acara pengamatan langit malam di PAA William Booth, Panti Asuhan Putri yang lokasinya berada di Jl. Jawa Bandung. Acara yang diberi tajuk “A 100 HA Night with Langitselatan” akan diadakan dari jam 6 sore sampai jam 8 malam, dengan acara diskusi astronomi, dongeng, pemutaran film singkat dan pengamatan langit malam yang akan dihiasi oleh Bulan dan juga Planet Saturnus.

Acara lainnya akan diadakan pada hari minggu oleh langitselatan di Cihampelas Walk Bandung sebagai bagian dari rangkaian acara “SUN Day”. Acara yang bertajuk “Astronomy SUN Day in Ciwalk” akan diisi oleh pengamatan matahari oleh masyarakat umum yang ada di lokasi tersebut.

Mantel ajaib

Ditulis oleh Soetrisno pada 02-01-2009

Mantel yang dapat membuat benda tidak terlihat sebentar lagi akan menjadi kenyataan, kata para ilmuwan di Inggris dan Amerika Serikat. Perubahan terhadap rincian struktural sub-panjang gelombang, bukan pada komposisi kimia dari material-material ini, akan membuat benda menghilang sebelum dapat dideteksi oleh mata, klaim tim peneliti ini.

Sir John Pendry, dari Imperial College London, telah merintis bidang meta-material, dimana nuansa-nuansa struktur, bukan sifat kimiawi, mengendalikan sifat-sifat benda. Untuk berinteraksi dengan cahaya dan menghasilkan sifat-sifat yang menurut Pendry “sulit atau tidak mungkin ditemukan di alam”, satu-satunya kondisi yang harus diberikan pada material adalah bahwa sifat-sifatnya harus lebih kecil dari panjang gelombang cahaya yang datang.

Material-material ini bisa dibuat dari kawat, yang bisa membawa arus, dan kumparan, yang membentuk medan magnet. “Tidak jadi masalah apakah kawat terbuat dari tembaga atau perak,” kata Pendry, “Anda tidak perlu berurusan dengan atom-atom. Yang perlu anda lakukan adalah meletakkan sebuah struktur disana yang lebih kecil dari cahaya.”

Pendry telah menunjukkan bahwa medan elektromagnetik bisa dialihkan di sekitar sebuah benda sesuai keinginan dengan merubah struktur sebuah material. Ini mendorong timnya merancang sebuah material penyelubung yang bisa merintangi aliran cahaya, mirip dengan air dalam arus yang dirintangi oleh sebuah hambatan sehingga aliran air berbelok arah; setelah jauh dari rintangan ini air yang mengalir menunjukkan tidak ada tanda-tanda bahwa air tadinya dibelokkan. Ketika gelombang-gelombang cahaya bergabung, objek yang telah merintanginya tidak bisa dilihat.

Pendry mengibaratkan alat penyelubung tersebut dengan sebuah fatamorgana di jalanan yang panas, dimana suhu yang terus berubah mengubah indeks refraktif udara di atas permukaan jalan tersebut sehingga menghasilkan munculnya citra aneh yang mirip langit. Dengan mengontrol proses ini, efek-efek optik bisa dihasilkan sehingga menyebabkan ketidaknampakan.

Tetapi ada pertentangan yang timbul dalam bidang metamaterial. Ulf Leonhardt di University of St Andrews, Inggris, mengklaim tidak mungkin membuat alat penyelubung yang bisa mencapai ketidaknampakan secara sempurna, “seseorang tidak akan pernah bisa bersembunyi secara sempurna dari gelombang,” kata dia.

Pendry tidak setuju. Dengan piranti spesifik panjang gelombang yang dia buat, cahaya dengan panjang gelombang tertentu bisa membuat sebuah objek tidak tampak secara sempurna. Sebuah penyelubung bisa membuat suatu benda tidak terlihat pada panjang gelombang merah, tetapi ketika cahaya bergeser ke panjang gelombang hijau dan biru, sebagian dari benda tersebut akan terlihat, kata dia, dengan menambahkan bahwa, dengan bantuan rekan-rekannya di Duke University, Amerika Serikat, material-material ini akan dibuat dalam waktu dekat.

Pendry mengatakan bahwa untuk menghasilkan material penyelubung yang diharapkan, yang menggunakan panjang gelombang panjang sekitar 3cm, suatu generasi material baru diperlukan. “Ini sekarang menjadi penting. Kami telah memiliki segala sesuatu yang kami ketahui yang bisa kami lakukan jika konsep kimia ini benar,” ungkapnya ke Chemistry World. Dia berharap agar logam-logam dan aloy-aloy baru akan dibuat dan digunakan pada benda-benda penyelubung tidak hanya untuk digunakan dalam militer, tetapi juga pada hal-hal seperti penyelubungan sebuah benda dalam peranti radar pengontrol lalu lintas udara.

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Rabu, 15 April 2009

Salam Sang Juara!!!

Hari ini menjadi hari yang mendebarkan bagi ribuan calon ilmuwan dan pemimpin dunia. Adalah siswa SMA dan sederajat se-Jawa Barat bertarung dengan pelbagai jenis soal untuk bisa melanjutkan ke pertarungan-pertarungan berikutnya.

Sebagai salah satu sekolah Islam yang menanamkan karakter kompetitif dan berani bersaing dengan dunia global, SMA Al Muttaqin Tasikmalaya mengirimkan sebanyak 33 mujahid-mujahidahnya (Amin) untuk menaklukkan rintangan akademik yang terbagi ke dalam delapan mata lomba yang diolimpiadekan.

Bertempat di MA Persis Benda, sebanyak 592 (termasuk dengan SMA Al Muttaqin) memperebutkan 40 tiket menuju ke ingkat Jawa Barat yang rencananya akan diselenggarakan pertengahan Mei nanti.

Acara dibuka oleh Bapak Endang Suherman, Kadisdik Kota Tasikmalaya. Dalam sambutannya beliau memberikan petuah kepada seluruh siswa.

Adapun poin-poin yang beliau sampaikan :

a. Tanamkan nilai religius

b. Tanamkan rasa percaya diri

c. Fastabiqul Khairat

d. Mampu menguasai Bahasa Asing

e. Mampu menguasai teknologi informatika

f. Mempunyai kecakapan hidup (life skill)

Kita-kah pelajar yang memiliki kriteria tersebut?
Saya 'mengambil' cuplikan dari lagu Mestakung (Semesta Alam Mendukung)-nya Yohannes Surya,

Ku Yakin Ku Mampu
Mestakung
Semesta Alam Mendukung

Pantang Berkata Menyerah
Pantang Bicara Tak Mampu

Indonesia Maju dalam Genggaman!!!


Tasikmalaya, 15 April 2009
Calon Astronom 2014

Minggu, 05 April 2009

Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud AhmadinejadBorn: 28-Oct-1956
Birthplace: Garmsar, Iran

Gender: Male
Religion: Shia Muslim
Race or Ethnicity: Middle Eastern
Sexual orientation: Straight
Occupation: Head of State

Nationality: Iran
Executive summary: President of Iran

Hardcore religious conservative and Islamist. Contrary to earlier reports (likely propaganda), he was not involved in the taking of American hostages in 1979. He was elected President of Iran in the runoff elections in 2005, defeating Akbar Hashemi Rafsanjani with 61.7% of the vote, though Rafsanjani was leading in the first vote, with Ahmadinejad earning only 19.5% of the vote. Many other candidates were disqualified by Iran's religious ruling class, the "Council of Guardians".

At a Teheran conference The World without Zionism, 28 October 2005, Ahmadinejad stated that "the Israeli regime must be wiped off the map" (a statement originally translated by the state news service, and thus disseminated to the West, as referring to Israel itself, despite clarification by Iran's foreign minister), further stating that a "historic war between the oppressor and the world of Islam" would occur in Palestine. Later that same day, at a gathering of students, he called for "the annihilation of the Zionist regime." This viewpoint, in conjunction with Iran's nuclear weapons development program, has alarmed many observers, including some in the US Congress who have called for Iran's expulsion from the United Nations. The UN Security Council has unanimously condemned the remarks.

Father: Ahmad (blacksmith)
Mother: Seiyed Khanom

University: Civil Engineering, Iran University of Science and Technology
University: MSc Civil Engineering, Iran University of Science and Technology
University: PhD Transportation Engineering, Iran University of Science and Technology
Professor: Iran University of Science and Technology

President of Iran (3-Aug-2005 to present)
Iranian Mayor Tehran (2003-05)




Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Agama :
Islam
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Anak :
Agus Harimurti Yudhoyono dan
Edhie Baskoro Yudhoyono

Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)
Pendidikan:
= Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
= American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
= Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
= Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
= On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
= Jungle Warfare School, Panama, 1983
= Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984
= Kursus Komando Batalyon, 1985
= Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
= Command and General Staff College, Fort = Leavenwort,Kansas, AS
Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS

Karier:
- Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
- Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
- Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
- Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
- Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
- Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
- Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
- Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
- Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
- Dosen Seskoad (1989-1992)
- Korspri Pangab (1993)
- Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
- Asops Kodam Jaya (1994-1995)
- Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
- Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
- Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
- Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
- Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
- Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
- Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
- Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
- Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
Penugasan:
Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988
Penghargaan:
- Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
- Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
- Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003.

Alamat :
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967

Presiden RI Pertama Pilihan Rakyat

Ini dia Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki 'Jenderal yang Berpikir', ini berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004.

Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (hitungan sementara 61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri - KH Hasyim Muzadi.

Popularitas dengan enampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).

Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. "Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu," katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai 'mutiara di atas lumpur'.

Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, 'the smiling jeneral' itu berhasil tampil sebagai 'penyelamat negeri' dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini).

Lulusan Terbaik

Siapakah Susilo Bambang Yudhoyono yang berhasil meraih pilihan suara hati nurani rakyat pada era reformasi dan demokratisasi itu?

Pensiunan jenderal berbintang empat berwajah tampan dan cerdas, ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotji dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya R. Soekotji yang pensiun sebagai Letnan Satu (Peltu). Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas, mendorongnya menjadi seorang penganut agama Islam yang taat. Dalam dirinya pun mengalir kental jiwa militer yang relijius.

Selain itu, lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973, ini juga memiliki garis darah biru, sebagai keturunan bangsawan Jawa yang mengalir dari dua arah dan berujung pada Majapahit dan Sultan Hamengkubuwono II. Kakeknya dari pihak ayah, bernama R. Imam Badjuri, adalah anak dari hasil pernikahan Kasanpuro (Naib Arjosari II - darah biru Majapahit) dan RM Kustilah ( sebagai turunan kelima trah Sultan Hamengkubuwono II bernama asli RA Srenggono). Bahkan dalam silsilah lengkapnya, SBY juga memiliki garis keturunan dari Pakubuwono.


Kendati SBY anak tunggal, dia hidup dengan prihatin dan kerja keras. Pada saat sekolah di Sekolah Rakyat Gajahmada (sekarang SDN Baleharjo I), SBY tinggal bersama pamannya, Sasto Suyitno, ketika itu Lurah Desa Ploso, Pacitan. Prestasinya saat SR sudah menonjol.

Dalam proses pengasuhan yang berdisiplin keras, pada masa kecil dan remajanya, SBY juga mengasah dan menyalurkan bakat sebagai penulis puisi, cerpen, pemain teater dan pemain band.

Pria tegap yang memiliki tinggi badan sekitar 175 cm, kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949, ini senang mengikuti kegiatan kesenian seperti melukis, bermain peran dalam teater dan wayang orang. Beberapa karya puisi dan cerpennya sempat dikirimkan ke majalah anak-anak waktu itu, misalnya ke Majalah Kuncung. Sedangkan aktivitas bermain band masih dilaksanakan hingga tingkat satu Akabri Darat sebagai pemegang bas gitar. Sesekali masih juga menulis puisi.

Di samping kesenian, ia juga menyukai dunia olah raga seperti bola voli, ia senang travelling, baik jalan kaki, bersepeda atau berkendaraan. Sedangkan olah raga bela diri hingga saat ini masih aktif dilakukan.

Tekadnya menjadi prajurit mengental saat kelas V SR (1961) berkunjung ke AMN di kampus Lembah Tidar Magelang.

"Saya tertarik dengan kegagahan sosok-sosok taruna AMN yang berjalan dan berbaris dengan tegap waktu itu. Ketika rombongan wisata singgah ke Yogyakarta, saya sempatkan membeli pedang, karena dalam bayangan saya, tentara itu membawa pedang dan senjata," kenang SBY.

Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka dia pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).


Namun kemudian, SBY malah memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Selagi belajar di PGSLP Malang itu, ia pun mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.

Tahun 1970, dia pun masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, dia meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Saat menempuh pendidikan di Akademi Militer, itu, SBY berkenalan dengan Kristiani Herrawati, putri Sarwo Edhie. Saat itu, Mayjen Sarwo Edhi Wibowo, menjabat Gubernur Akabri. Perkenalan terjadi saat SBY menjabat sebagai Komandan Divisi Korps Taruna.

Perkenalan itu berlanjut dengan berpacaran, bertunangan dan pernikahan. Mereka dikarunia dua orang putra Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).

Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.

Karir Militer
Dalam meniti karir, SBY sangat mengidolakan Sarwo Edhi yang tidak lain adalah bapak mertuanya sendiri. Dalam pandangannya, Sarwo Edhi adalah seorang prajurit sejati. Jiwa dan logika kemiliterannya amat kuat. Selain belajar strategi, taktik, dan kepemimpinan militer, mertuanya itu amat sederhana dalam hidup dan teguh dalam memegang prinsip-prinsip yang diyakini.

Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.


Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam berbagai operasi militer. Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak.


SBY, sebagai komandan peleton, giat berlatih bersama anak buahnya sehingga peletonnya sering kali menjadi andalan bagi Kompi A dalam setiap kegiatan latihan bersama kompi-kompi lainnya di tingkat batalyon. Selain itu, ia juga mendapat tugas tambahan memberi les pengetahuan umum dan bahasa Inggris bagi semua anggota batalyon.


Kefasihan berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975.


Kemudian sekembali ke tanah air, ia memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Dia pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur.


Sepulang dari Timor Timur, ia menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, ia ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982).


Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat. Dari tahun 1982 hingga 1983, ia mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983. Kemudian mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985. Pada saat bersamaan dia menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)

Lalu dia dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989.

Dia pun sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Lalu ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, ia ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993).

Lalu, dia kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Kemudian menjabat Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995).

Tak lama kemudian, dia dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995). Ia menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina.

Setelah kembali dari Bosnia, ia diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996), hanya sekitar lima bulan. Saat itu Pangdam Jaya dijabat Mayjen TNI Sutiyoso, yang menggantikan Mayjen TNI Wiranto yang diangkat menjadi Panglima Kostrad. Pada saat menjabat sebagai Kasdam Jaya, terjadi peristiwa 27 Juli 1996, yang menyeret namanya menjadi salah seorang saksi dalam pengungkapan kasus tersebut.

Kemudian dia menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999). Penampilan publiknya mulai menonjol saat menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI tersebut.

Pada masa menjabat Kaster ABRI ini reformasi mulai bergulir. TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. Dia pun berperan banyak dalam upaya mereposisi peran TNI (ABRI). Rafermasi TNI dimulai pada masa ini.

Karir Politik

Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Ketika itu ia masih berpangkat letnan jenderal dan akhirnya pensiun dengan pangkat jenderal kehormatan.

Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat Menkopolsoskam untuk menggantikan Jenderal Wiranto yang terpaksa mengundurkan diri sebagai Menkopolsoskam.

Popularitasnya semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).

Tugas terberatnya sebagai Menko Polkam adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dan dunia bahwa keamanan di Indonesia dapat diwujudkan. Faktor keamanan inilah yang sering dijadikan investor asing untuk membatalkan rencana investasinya di Indonesia. Sedangkan dari dalam negeri, masyarakat sering kali merasa was-was dengan berbagai gangguan seperti teror bom yang kerap terjadi.

Persoalan lainnya adalah, upaya menghentikan pertikaian di daerah konflik, yang secara perlahan memperlihatkan kemajuan. Namun, karena besarnya masalah yang dihadapi, keberhasilan tugasnya itu sering tidak ditanggapi serius. Masih banyak pekerjaan besar menunggu untuk segera diselesaikan.

Menghadapi tugas berat, ternyata menjadi bagian sejarah hidup SBY yang sebelum menjadi menteri sempat diprediksi bakal menjadi orang nomor satu di lingkungan militer. Ketika Presiden KH Abdurrahman Wahid berkuasa, ia sempat diberi tugas untuk melobi keluarga mantan Presiden Soeharto. Maksud langkah persuasif yang dilakukannya itu agar keluarga cendana bersedia memberikan sebagian hartanya kepada rakyat dan bangsa. Khususnya untuk membawa pulang harta keluarga Soeharto yang diperkirakan masih tersimpan di luar negeri. Padahal saat itu masyarakat tengah menunggu dengan seksama hasil peradilan orang kuat Orde Baru tersebut.

Presiden Wahid pada awal tahun 2001 pernah memintanya untuk membentuk Crisis Centre. Dalam lembaga nonstruktural ini Presiden Wahid meminta Yudhoyono menjabat sebagai Ketua Harian dan menempatkan pusat informasi atau kegiatan (operation centre) di kantor Menko Polsoskam. Lembaga baru ini berfungsi untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Wahid dalam menjawab berbagai persoalan. Termasuk di antaranya sikap Kepala Negara dalam merespon pemberian dua memorandum oleh DPR.

Kisah ketika dia menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) mengukir kisah tersendiri.
Walau berulang kali menerima kepercayaan bukan berarti Yudhoyono ‘lembek’ dalam menghadapi Presiden Wahid. Ketika terdengar kabar Presiden Wahid ngotot akan menerbitkan dekrit pembubaran DPR, maka, bersama Panglima TNI Laksamana Widodo AS dan jajaran petinggi TNI lainnya, ia meminta Gus Dur mengurungkan niatnya.

Puncaknya, pada 28 Mei 2001, bersama beberapa menteri tidak merekomendasikan rencana Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Dekrit Presiden. Bahkan tidak bersedia melaksanakan Maklumat Presiden yang menugaskannya sebagai Menkopolsoskam untuk mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mengatasi krisis, memelihara keamanan, ketertiban dan hukum.

Akibatnya ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menkopolsoskam pada 1 Juni 2001, kerena menolak rencana Presiden mengeluarkan Dekrit. Ketika ia ditawari jabatan Menteri Perhubungan atau Menteri Dalam Negeri namun ditolaknya.

Lalu pada Sidang Istimewa MPR-RI, 25 Juli 2001, ia dicalonkan memperebutkan jabatan Wakil Presiden yang lowong setelah Megawati Soekarnoputri dipilih menjadi presiden. Ia bersaing dengan Hamzah Haz dan Akbar Tandjung.

Pada 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Dia pun tampak menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu pelaksanaan tugasnya adalah mengumumkan pemberlakuan status darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada 19 Mei 2003, serta proses penyelesaian konflik Ambon dan Poso.

Hal itu sangat menguntungkan SBY yang sudah berancang-ancang untuk merebut kursi presiden. Kemudian popularitasnya makin memuncak. Pertama kali dia masuk bursa calon presiden, ketika Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia menimangnya menjadi salah satu kandidat calon presiden dan wakil presiden. Kemudian, Partai Demokrat yang dibidani dan didirikan bersama beberapa koleganya menyebutnya sebagai calon presiden, bukan calon wakil presiden.

Lalu iklan damainya muncul di berbagai stasiun televisi. Ia pun menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan soal tidak dilibatkannya dia dalam beberapa kegiatan kabinet yang menyangkut masalah politik dan keamanan. Lalu, suami Presiden Megawati, Taufik Kiemas menyebutnya kekanak-kanakan karena dinilai melapor kepada wartawan bukan kepada presiden (1/3/2004). Ia pun beruntung karena pers dan beberapa pengamat membangun opini bahwa ia sedang ditindas oleh Taufik Kiemas, suami Megawati.

Dalam pada itu, dua kali rapat kordinasi bidang Polkam batal dilakukan karena ketidakhadiran para menteri terkait. Tampaknya para menteri terkait tak lagi mempercayai dan menurutinya. Lalu pada 9 Maret 2004, dia pun menyurati Presiden Megawati mempertanyakan kewenangannya sekaligus minta waktu bertemu. Namun, Presiden tidak menjawab surat itu. Mensesneg Bambang Kusowo kepada pers mengatakan tidak seharusnya seorang menteri (pembantu presiden) mesti membuat surat meminta bertemu dengan presiden. Dia pun diundang mengahadiri rapat menteri terbatas. Tapi ia tidak datang.

Ia merasa suratnya tak ditanggapi. Lalu pada 11 Maret 2004, ia memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam karena merasa kewenangannya sebagai Menko Polkam telah diambil-alih oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada situasi itu, M. Jusuf Kalla, yang menjabat Menko Kesra, menemuinya. Lalu, malam harinya, di sebuah hotel, ia bertemu Abdurrahman Wahid yang diisukan sudah sejak beberapa waktu menimangnya menjadi calon presiden dari PKB.


Jenderal yang simpatik, tampan, mudah senyum dan memikat banyak perempuan ini, ketika mengumumkan permintaan pengunduran dirinya, mengatakan "Sesuai dengan hak politik saya, jika nanti pada saatnya ada partai politik, katakanlah Partai Demokrat dan dengan gabungan partai lain yang mengusulkan saya sebagai calon presiden, insya Allah saya bersedia."

Keputusan pengunduran dirinya dinilai berbagai pihak suatu keputusan yang elegan. Dalam perjalanan kariernya, Yudhoyono, memang selalu ingin tampak elegan baik dalam bertutur maupun bersikap. Sikap itu terlihat dalam beberapa peristiwa penting yang melibatkan langsung menantu Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo itu.

Langkah pengunduran diri ini dinilai berbagai pihak membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Polling TokohIndonesia DotCom menempatkannya sebagai calon wakil presiden yang paling puncak.


Dwitunggal SBY-JK

Proses pengunduran dirinya yang terkesan akibat tersisihkan dalam Kabinet Megawati telah mengangkat populeritasnya. Popularitasnya semakin menonjol. Ia seorang yang beruntung memiliki popularitas politik menggungguli para tokoh poltik lainnya yang justru sebelumnya meminangnya sebagai Calon Wakil Presiden. Popularitasnya telah mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu legislatif 2004 yang menduduki peringkat lima dan mengantarkannya menjadi calon presiden.

Tak lama setelah Pemilu Legislatif April 2004, SBY pun secara resmi meminta kesediaan M. Jusuf Kalla mendampinginya sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Pasangan ideal ini dicalonkan Partai Demokrat, PKPI dan PBB.

Pada Pemilu Presiden putaran pertama 5 Juli 2004, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla ini memperoleh 39.838.184 suara (33,574 persen) diikuti pasangan Megawati-Hasyim Muzadi 31.569.104 suara (26,60 persen). Kedua pasangan itu maju ke Pemilu Presiden tahap kedua 20 September 2004.

Sementara perolehan suara tiga pasangan Capres-Cawapres lainnya yakni di urutan tiga Wiranto-Salahuddin Wahid meraih 26,286,788 suara (22,154%), urutan empat Amien Rais-Siswono Yudo Husodo 17,392,931suara (14,658%), dan urutan lima Hamzah Haz-Agum Gumelar 3,569,861suara (3,009%).

Dalam aturan main Pemilu Presiden ditetapkan jika dalam putaran pertama tidak ada pasangan Capres-Cawapres yang meraih 50% + 1n suara dengan sedikitnya 20 persen di setiap provinsi dan tersebar lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, maka peraih suara terbanyak 1 dan 2 ditetapkan untuk maju ke putaran kedua Pemilu Presiden.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari 32 provinsi ditambah hasil pemilu di luar negeri, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya 121.293.844 orang, atau 78,22 persen dari pemilih terdaftar 155.048.803, lebih rendah dari pemilu legislatif yang 84,07 persen.

Pasangan Yudhoyono-Jusuf meraih kemenangan di 17 provinsi, termasuk di luar negeri. Pasangan Megawati-Hasyim mengungguli pasangan calon lainnya di enam provinsi. Pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid meraih kemenangan di tujuh provinsi. Pasangan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo meraih kemenangan di dua provinsi. Pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar tidak memenang di satu pun provinsi.

Kemudian pada Pemilu Presiden putara kedua 20 September 2004, SBY-JK meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di attas 60 persen, mengungguli pasangan Mega-Hasyim yang meraih kurang dari 40 persen suara.

Tinggal di Istana

Menjawab pertanyaan wartawan (24/9/2004), akan tinggal di mana setelah dilantik menjadi presiden, SBY menjawab: "Istana. Saya memilih akan tinggal di sana setelah dilantik." Pilihannya beserta keluarga untuk tinggal di Istana Negara didasarkan pada alasan akan lebih efisien dan efektif bagi pelaksanaan tugasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.


Menurutnya, di istana akan memudahkan pengaturan kegiatan. Tidak akan terlalu menghambat lalu lintas, pengamanan akan lebih mudah, tamu-tamu akan mudah pengaturan dan pendataannya, dan demi penghematan juga. "Kalau saya tinggal di luar istana, pasti diperlukan pembangunan sejumlah fasilitas yang sebetulnya tidak diperlukan jika saya tinggal di istana," katanya. ►crs

Sang Singa Persia yang Sederhana

mahmoudahmadinejadd300

Mahmoud Ahmadinejad — Presiden Iran saat ini, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:

“Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”

Jawabnya: Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: “Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang terkejut dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

mahmoud_meeting

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5.. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan: roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

noname4

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yang tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.

mahmoud_sleep

Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media massa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka.

mahmoud_pray

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.

mahmoud_pray2

14. Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar yaitu menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden:

mahmoud_sonwedding

mahmoud_sonwedding2

mahmoud_sonwedding3

Inilah salah satu tokoh yang menurut saya belum ada yang bisa menandinginya secara karakter kepemimpinannya.

haneev.wordpress.com/

Minggu, 29 Maret 2009

Alhamdulillah,,
pilihan hati tak pernah salah...
Meski tak memuaskan, namun cukup mencengangkan... =)

Hari ini pun banyak sekali motivasi besar untuk dorongan saya menjadi seorang nahkoda..!!

Tapi, kondisinya sedang kurang fit...
Ternyata bermain dengan tenaga dalam pun membuat kekurangan tenaga...

Semangat!!!

untuk...

Membuat calon sejarah menuju kesuksesan masa depan!

Sabtu, 28 Maret 2009

Aku di mata mereka…


Sebagai salah satu bentuk reflejsi diri untuk perubahan yang lebih baik, pada Kamis, 19 Maret 2009 lalu saya mengirimkan sms ke beberapa karib saya dengan isi :

Fren,

Qw gie bbnah dRi negh...

Tlg isi iia.

Rz Qrm blik..

*knangn brgQw:

-

-

-

*cri khasQw :

-

-

-

*hal bae yg p’lu dP’thnkn:

-

-

-

*hal bruk yg rz dBnhi :

-

-

-

***

Bagaimana dan seperti apakah jawaban mereka???

  1. Nita Herdianti. Si Chubby yang satu ini adalah teman satu mess, cuma beda kamar. =) Sejak kelas X dia sekelas, di X2. Sekarang juga ketemu lagi di XI Exact 2. Bahkan saat OSN pun ketemu lagi, di matematika.



Fren,

Qw gie bbnah dRi negh...

Tlg isi iia.

Rz Qrm blik..

*knangn brgQw:

- ??

- bnyk..

- cangkeul jmpol mun di tls..

*cri khasQw :

- platus everywhere

-

-

*hal bae yg p’lu dP’thnkn:

- adel baek..??

- hehe..

-

*hal bruk yg rz dBnhi :

- lbih pdulisme skitar ue nya..

-

-

6.20 am

Jumat, 27 Maret 2009

Hidupku adalah untuk orang lain. Dan hidupmu pun salah satunya untukku.
seorang Delia bukanlah manusia yang sempurna. Hanyalah sebatang kara yang sedang merangkak untuk bisa berlari dan membawa makna kehidupan dalam lariannya.

Terima kasih untuk bentuk perhatian para Ksatriaku...

Komentar mereka masih dalam proses pengeditan...

Jika kalian ingin memberiku petuah pula, bisa kirimkan ke neverdietolive@rocketmail.com.

Kamis, 26 Maret 2009